Kamis, 29 Oktober 2009

Lop ( Kelinci Bertelinga Jatuh )

Lop ( Kelinci Bertelinga Jatuh )


Sesuai dengan judul diatas, kelinci jenis lop mempunyai ciri2 telinga yg jatuh/menggantung ke bawah. Sepintas jika kita melihat fotonya kelinci ini akan terlihat seperti kambing. Ciri2 yang lain dari kelinci ini adalah memiliki badan yang kompak dan padat. Sekarang ini kita mengenal ada berbagai jenis dari kelinci lop, ini terjadi karena berbagai persilangan yang dilakukan oleh para breeder. Disini saya hanya akan menjelaskan jenis dari ras2 kelinci lop yang sudah terkenal dan diakui oleh berbagai asosiasi/organisasi kelinci di berbagai dunia saja.
English Lop, mungkin kelinci ini bisa dikatakan sebagai nenek moyang dari semua jenis ras kelinci lop yang ada. Mengapa saya sebut demikian? Karena di dalam salah satu naskah kuno hierogliph mesir ditemukan gambar dari kelinci lop ini. Jadi bisa dibayangkan sudah berapa lama kelinci lucu ini ada bukan? English lop sebenarnya merupakan kelinci lokal dari daratan afrika, yaitu tepatnya dari Aljazair. Nama english lop sendiri diberikan oleh orang2 inggris setelah mereka mengembangkan jenis ini dan mengikutsertakannya dalam kontes. Ciri2 dari kelinci jenis ini adalah telinganya yang sangat panjang ( rekor dunia yang tercatat adalah 31,125 inci ) dan tipis. Berat dari kelinci jenis ini adalah 4-4,5 kg atau lebih.

French Lop, jenis ini pertama kali dikenal di Perancis sekitar tahun 1850-an. Dipercayai merupakan hasil persilangan dari english lop dengan giant normande. Ciri2nya adalah mempunyai bentuk badan yang kuat, kepala bagian atas agak kotak dan menunduk, dan telinga yang tebal. Umur hidupnya antara 5-7 tahun. Berat dari jenis kelinci ini adalah 4,5-6 kg.

Holland Lop, sejarah kelinci ini berawal di Belanda pada tahun 1951 dari seorang peternak bernama Adrian de Cock. Merupan persilangan dari english lop, french lop, dan nederland dwarf. Pada tahun 1964 jenis kelinci ini mendapat pengakuan dari badan standarisasi di Belanda. Selanjutnya jenis kelinci ini disempurnakan lagi pada tahun 1970, yaitu untuk bobot badannya. Ciri2 kelinci ini adalah mempunyai kepala yang bulat, bermuka pesek, badan yang lebar, dada penuh, dan telinga pendek yang menggantung. Sekilas kelinci ini akan terlihat seperti anjing buldog dan sangat lucu sekali. Berat standarnya adalah 1,5 kg.

Mini Lop, dikenal juga dengan nama german lop. Sejarah dari kelinci ini masih menjadi perdebatan. Namun yang lebih dapat dipercaya mungkin adalah kelinci ini merupakan persilangan dari french lop, holland lop, dan chinchillia. Dikembangkan di Jerman pada tahun 1972. Ciri2 kelinci ini adalah muka lebar dan montok, telinga lebar, badan kompak. Umur hidupnya bisa mencapai 12 tahun. Berat standarnya adalah 2,7 kg.






American Fuzzy Lop, merupakan persilangan dari holland lop dengan french anggora. Dikembangkan di Amerika dan pertama kali diperkenalkan dalam konvensi ARBA pada tahun 1985. Mendapat pengakuan dari ARBA sebagai ras baru pada tahun 1988. Ciri2 kelinci ini adalah muka yang pesek dan lebar, bulu woll yang lebat di tubuhnya, dan telinga pendek yang menggantung. Berat standarnya adalah 1,5 kg.

Raja Kelinci ( REX )

Raja Kelinci ( REX )




Menurut sejarah, kelinci jenis ini pertama kali dikenal di sebuah desa di Perancis bernama Coulonge pada th. 1919. Selanjutnya kelinci jenis ini pertama kali mengikuti eksebisi utk diperkenalkan pada th. 1924 di Paris. Nama rex sendiri sebenarnya berasal dari ucapan sang peternak yang mengatakan bahwa kelinci yang dibawanya adalah raja kelinci ( rabbit king ) yang mana dalam bahasa Latin king adalah REX. Dalam perkembangan berikutnya kelinci ini terus-menerus disempurnakan baik itu untuk kualitas fur maupun proporsi dan bentuk tubuhnya. Sekarang kita mengenal ada banyak warna yang diakui untuk jenis kelinci ini namun secara umum yang dikenal adalah ermine ( putih polos ), hitam, biru, castor, otter, lilac dan oranye. Awalnya kelinci rex sebenarnya dikembangkan untuk diambil furnya karena memang kualitasnya yang sangat bagus, namun belakangan kelinci rex juga menjadi binatang fancy ( kesayangan ). Setiap orang pasti akan senang berlama-lama membelai kelinci jenis ini karena bulunya yang pendek, padat, dan sangat halus sekali. Inilah sebenarnya keunggulan utama dari jenis kelinci rex disamping keunggulan yang lainnya. Kelinci jenis ini sangat cocok hidup di daerah yang bersuhu rendah, dimana semakin rendah suhunya maka semakin bagus dan indah pula mutu bulunya. Berat ideal dari kelinci jenis rex adalah 3,6-4 kg.

Lionhead

Lionhead





Pernahkah anda ke pasar hewan dan melihat kelinci dengan bulu yang lebat hanya di sekitar muka dan tengkuknya saja? Ya, kelinci ini adalah jenis lyon/lion, atau setidaknya itulah yang dikatakan para penjualnya. Memang di Indonesia gampang sekali kita menemukan kelinci jenis lion (atau katanya jenis lion). Para peternak di beberapa sentra pertenakan kelinci mengatakan bahwa kelinci ini merupakan hasil silangan dari kelinci anggora dengan kelinci berbulu pendek (bisa jenis apa saja). Dan dalam sebuah buku tentang peternakan kelinci dikatakan kalau kelinci ini merupakan kelinci anggora yang tidak jadi. Mungkin kedua teori tadi adalah yang paling banyak diyakini oleh kalangan peternak kelinci di Indonesia. Namun sebenarnya sejarah dari kelinci ini awalnya bermula di Belgia pada th.1900-an. Ada teori yang mengatakan bahwa kelinci ini adalah hasil persilangan dari Swiss Fox dengan Belgian Dwarf, dan selanjutnya disilangkan lagi dengan jenis Jersey Wooly. Teori yang lain mengatakan bahwa kelinci jenis ini tidak ada hubungannya dengan persilangan, melainkan murni dari hasil mutasi gen dari kelinci jenis Dwarf Anggora / Jersey Wooly. Secara umum ciri2 standar dari kelinci jenis ini adalah :




Kepala tebal dengan muka sedikit pesek dan leher tidak boleh terlihat.

Telinga agak pendek ( tidak boleh melewati 3,5 inch) dan berdiri tegak.

Panjang kaki dan tulang medium sesuai dengan tubuh.

Bulu lebat dan halus yang tumbuh memanjang memutari telinga hingga ke bawah dagu.

Berat tubuh untuk yang dewasa tidak lebih dari 1,8 kg, idealnya 1,75 kg.

Jadi cobalah anda cocokan kelinci lion anda dengan ciri2 yang saya sebutkan diatas, apa sudah sesuai dan benar2 jenis lionhead. Atau ternyata anda telah membeli kelinci yang 'katanya' lionhead oleh sang penjual.

Tan

Tan ( Kelinci kecil yang lucu )




Tan adalah termasuk jenis kelinci kecil. Menurut catatan, kelinci ini berasal dari Inggris. Dikenal sejak abad ke 19, yaitu tepatnya th.1887 di Derbyshire. Awalnya jenis kelinci ini hanya berwarna hitam, namun setelah berkali-kali proses persilangan yang sangat rumit, akhirnya para breeder berhasil mendapatkan variasi warna lain yaitu coklat, biru, dan lilac (ungu kemerah-merahan). Kelinci ini mudah dikenali dari pola warna di tubuhnya yang sangat unik dan merupakan ciri khasnya. Hal ini juga yang menyebabkan kelinci ini dijuluki "aristocrat of the fancy". Pola warna dari kelinci ini adalah, warna emas gelap/coklat kemerah-merahan di sekitar mata, leher, telinga, dagu, dada hingga kebagian bawah perut, ekor bagian dalam, dan kaki bagian dalam. Selanjutnya untuk bagian tubuh sisanya dapat berwarna hitam, coklat, biru, atau lilac. Tan juga termasuk jenis kelinci yang sangat jinak dan sangat produktif. Induk Tan betina biasanya selalu menghasilkan anak yang banyak di setiap kelahiran, dan pandai merawat anak2nya. Berat standar dari kelinci jenis ini adalah antara 2-3 kg.

DUTCH

DUTCH


Dari sekian jenis kelinci ras yang ada, mungkin kelinci jenis dutch inilah yang paling populer di Indonesia. Kenapa? Karena saya sendiri sudah punya jenis ini dari saat saya masih tinggal di Bali, ketika itu umur saya sekitar 7 tahunan. Cuma saat itu saya sendiri tidak tahu jenisnya, saya hanya suka karena warna kelinci itu lucu menurut saya. Mungkin dari namanya, orang akan mengira bahwa kelinci ini berasal dari Belanda. Namun kenyataannya, kelinci ini pertama kali dikenal di Inggris yaitu pada th. 1864. Sebenarnya, nenek moyang dari kelinci ini memang berasal dari Belanda. Sejak sebelum th. 1830 Belanda secara rutin mengekspor kelinci ke Inggris untuk kebutuhan konsumsi. Diantara berbagai jenis kelinci itu terdapat satu jenis kelinci bernama Petite Brabancon yang merupakan kelinci lokal dari daerah Brabant di Flanders. Sebagian dari jenis itu mempunyai pola warna yang sangat unik, walaupun tidak sempurna. Inilah cikal bakal kelinci dutch yang kita kenal sekarang. Pada saat itu para breeder di Inggris memilih dan menyeleksi kelinci2 yang mempunyai pola warna unik tadi. Selanjutnya mereka berusaha untuk memperbaiki pola warna unik tadi sehingga menjadi kelinci dutch yang kita kenal saat ini. Ciri khas dari kelinci ini adalah warna putih yang menyebar dari bawah kepala hingga 1/3 panjang tubuhnya dan melingkar sempurna, dari mulut hingga dahinya juga berwarna putih berbentuk V terbalik, serta ujung kaki belakang juga berwarna putih. Sisanya untuk bagian tubuh lain dapat berwarna hitam, biru, coklat, abu2, dan tortoise ( oranye varasi abu halus ), atau variasi dari warna2 tadi. Dutch termasuk jenis kelinci kecil dengan berat antara 1,5 kg - 2,5 kg.

Californian


Californian


Jika dilihat sekilas kelinci ini mirip sekali dengan jenis Himalayan, ciri2 pola warna di tubuhnya sama persis dengan jenis Himalayan. Perbedaan pada kedua jenis kelinci ini adalah pada bentuk dan ukuran tubuhnya.
Californian adalah kelinci asli Amerika atau lebih tepatnya asli produksi Amerika. Kelinci jenis ini dikembangkan pertama kali pada th.1920-an. Merupakan hasil persilangan dari Himalayan, New Zealand White, dan Chincillia. Tujuan kelinci ini dikembangkan adalah untuk mendapatkan kelinci pedaging dengan kualitas bagus dan cepat matang secara seksual serta dapat menghasilkan banyak kelahiran setiap tahunnya. Namun tidak banyak banyak orang yang tertarik, baru setelah 15 tahun kelinci ini menjadi populer. Saat ini jenis Californian menempati posisi kedua terpopuler di dunia sebagai kelinci penghasil daging. Kualitas bulu yang bagus juga menjadikan Californian dapat dimasukkan ke dalam jenis kelinci peliharaan/hobi.

Kelinci ini mempunyai ciri2 telinga dengan ukuran sedang serta berdiri, tubuhnya besar dan padat Untuk pola warna sama persis dengan Himalayan. Awalnya warna di hidung, ujung2 kaki, telinga, serta ekor hanyalah warna hitam. Namun kemudian para peternak di Inggris berhasil menghasilkan warna lain yaitu coklat, biru, dan ungu. Berat yang diakui dari kelinci jenis ini adalah 3,5 kg sampai 4,75 kg. Umur rata2 dari kelinci jenis Californian adalah 5 - 6 tahun, namun jika perawatannya baik bisa mencapai 10 th.

Dwarf Hotot


Dwarf Hotot ( Eyes of the Fancy )




Mungkin sebagian besar pecinta kelinci sudah mengenal jenis kelinci yang cantik ini. Namun agaknya belum banyak yang tau bila kelinci Hotot itu sendiri terdiri dari setidaknya dua varietas yang diakui di sebagian besar negara di dunia. Mengapa saya bilang begitu? Karena sering saya menemui penjual maupun penghobi yang mengatakan bahwa kelincinya adalah Dwarf Hotot, padahal jika dibandingkan dengan standar yang dipakai di Amerika atau negara2 Eropa kelinci tersebut sama sekali tidak sesuai dengan standar. Disini saya akan mencoba menjelaskan seperti apa sih sebenarnya Dwarf Hotot itu.

1. Dwarf Hotot

Kelinci jenis ini berasal dari Jerman. Awalnya dikembangkan secara terpisah pada awal th.1970-an di Jerman Barat dan Jerman Timur, namun kemudian saling disilangkan untuk mendapatkan keturunan yang lebih sempurna. Kelinci ini didapatkan dengan menyilangkan ND black, Blanc de Hotot, dan ND Rew. Namun persilangan ini tidaklah mudah dan membutuhkan waktu agak lama untuk mendapatkan hasil yang benar2 sempurna. Awalnya kelinci2 yang dihasilkan masih mempunyai warna hitam pada bagian telinga dan terkadang titik2 hitam pada bagian belakang tubuhnya. Namun dengan proses seleksi yang ketat akhirnya didapatkan kelinci Dwarf Hotot seperti yang kita tau sekarang. Kelinci ini pertama kali diperkenalkan th.1981 pada Konvensi ARBA di Syracuse, New York. Dan akhirnya kelinci ini mendapat pengakuan dari ARBA sebagai jenis baru pada th.1984 dengan julukan "Eyes of the Fancy". Ciri2 kelinci Dwarf Hotot yang bagus adalah mempunyai badan yang kecil dan kompak, kepala bundar, tidak terlihat leher, mata bundar tebal dan bercahaya, telinga pendek, helai bulunya agak besar namun padat dan sangat lembut, warna bulunya harus putih bersih seluruh tubuh kecuali yang melingkari mata, warna mata adalah coklat gelap. Berat maksimal yang diakui adalah 1,36 kg, dan berat idealnya adalah 1,13 kg.

netherland dwarf



Netherland Dwarf


Saatnya sekarang membahas kelinci yang sedang naik daun saat ini. Kelinci mugil ini memang lagi memikat banyak hati pecinta kelinci di Indonesia. Khususnya dalam waktu2 belakangan ini, terbukti Tabos Rabbit sampai2 tidak bisa memenuhi pesanan yang memang banyak sekali. Barang sedikit, permintaan meningkat, peluang seperti ini sering digunakan oleh pedagang2 kelinci untuk berbuat curang. Supaya teman2 tidak tertipu oleh pedagang2 nakal saya akan menjabarkan sedikit tentang jenis kelinci Netherland Dwarf ini.

Sejarah Kelinci Netherland Dwarf

Sesuai dengan namanya, awalnya kelinci ini memang dikembangkan di Belanda yaitu pada awal2 th.1900-an. Merupakan persilangan dari jenis kelinci Polish warna putih dengan kelinci2 liar yang ada di Belanda saat itu. Tujuan dari persilangan ini adalah untuk menghasilkan kelinci2 mungil yang kaya akan warna. Kelinci Netherland Dwarf pertama kali diberikan standar pertunjukan yaitu pada th.1940 di Belanda. Selanjutnya pada akhir th.1940-an kelinci ini mulai diperkenalkan di Inggris, dan masuk ke Amerika pada akhir th.1960-an. Saat ini Netherland Dwarf menjadi salah satu jenis kelinci yang paling disenangi sebagai hewan peliharaan di seluruh dunia, termasuk Indonesia tentunya.

Ciri2 Kelinci Netherland Dwarf :

Memiliki tubuh kecil yang kompak, leher pendek dan kompak, mempunyai kepala yang lebar dgn profil melengkung, telinganya kecil dan membulat diujungnya dengan panjang sekitar 5 cm, bulu pendek dan lembut. Warna yang diakui untuk jenis kelinci ada banyak, yaitu antara lain agouti, chinchilla, bajing, hitam, biru, coklat, putih, tan, fox, marten sable, dll. Berat tubuh yang diakui untuk jenis ini adalah antara 800 gr - 1,2 kg setelah dewasa.


Meskipun tubuhnya kecil, kelinci Netherland Dwarf tidak cocok bagi anak kecil. Ini karena rata2 temperamen kelinci ini lumayan buruk. Bersifat penakut dan mudah tegang, sehingga sering menyebabkan kelinci ini menjadi sangat agresif bila dipegang. Umur hidup kelinci Netherland Dwarf antara 7 - 10 tahun.


Rabu, 28 Oktober 2009

jika kelinci sakit

ada beberapa jenis obat yang dapat menyembuhkan penyakit-penyakit kelinci, seperti :

1. Bio - Sultrim 48 - Obat Mencret Contains : Trimethoprim 40 mg & Sulfamethoxazole 200 mg, 50 ml

2. Obat Kembung - Contains : Al Hydroxide 300 mg, Mg Hydroxide 300 mg & Simethicone 30 mg, 50 ml.

3. BIVERMECTIN 1% - Contains : Ivermectin 10 mg, 100 ml. Kegunaan : Untuk obat Scabies ( Budukan)

4. BIO-LINCO-S - Contains : Spectinomycin 100 mg, Lincomycin 50 mg, 100 ml. For the treatment of Haemorrhagic Enteritis Salmonellosis & Respiratory Infection : CRD, Synovitis, Arthritis Pneumonia & Mastitis

5. BIO - DEXA - Contains : Dexamethasone Sodium Phosphate 2 mg, 100 ml. Used in non infectius or infectius inflammatory conditions : gluconeogenic activity in case of agalactia : Ketosis, Liver Failure, Low Body Temperature. Recommendation : Dexamethasone must be given in association with antibiotic in infectious states.

6. Bio B-Complex Contains : Vit B1 10 mg, B2 4 mg, B6 4 mg, B12 10 mcg, Nicotinamide 50 mg, D-Panthenol 5 mg, 100 ml. - For the prevention and treatment of B-Vitamin deficiencies. - To increase body resistance against stress, cold and infections. - Promotion of normal growth, digestion & metabolism. - To hasten recovery from chronic diseases, infection & surgery.

7. VITAMIN AD3E - Contains : Vitamin A 80.000 IU, Vitamin D3 40.000 IU, Vitamin E 20 mg, 100 ml. Increasing resistance in stress conditions, parasitic infections, viral or bacterial infection. Promotion of growth & fertility.

8. PROMIC DECOMPOSER - Disinfektan kandang, yang terbuat dari bahan organik & tidak berbahaya bagi kelinci, menghilangkan bau kandang & lalat, membunuh bakteri pathogen pada kandang yang bisa membuat kelinci mati mendadak.ng

Selasa, 27 Oktober 2009

jenis-jenis kelinci


1. Angora

Asal usul kelinci ras Angora kurang jelas. Konon, berasal dari kelinci liar yang berkembang secara mutasi dengan spesifik berbulu panjang. Angora pertama kali di temukan dan di bawa oleh pelaut Inggris, kemudian di bawa ke Perancis tahun 1723. Tahun 1777 Angora menyebar ke Jerman . Tahun 1920 meluas ke negara-negara Eropa Timur, Jepang, Kanada, dan Amerika Serikat. Sampai kini Prancis menjadi pusat peternakan kelinci Angora terbesar yang menhasilkan wool. Angora dewasa berbobot 2.7 kg, baik jantan maupun betina. Pertumbuhan bulunya yang sangat cepat yakni 2.5 cm per bulan, membuat kita hatus rajin mencukurnya 6-8 cm tiap tiga bulannya. Karena kalo di biarkan tumbuh, bulunya akan cenderung kusut dan menggumpal, gak cantik lagi deh.


2. Lyon

Sesungguhnya lyon adalah angora inggris yang tidak jadi kupingnya pendek, wajahnya di penuhi bulu-bulu panjang, mirip seperti lion (singa) tapi yang ini sih gak serem, malah cenderung lucu. Karena masih saudara dekat dengan angora, maka tiap 3 bulan sekali kita harus rajin mencukur bulunya yang cepat tumbuh.



3. American Chinchilla

Kelinci ras ini dibedakan jadi tiga tipe, yaitu standar (bobot dewasa 2.5-3 kg), besar (bobot dewasa 4.5-5 kg), giant (bobot dewasa 6-7 kg). Semua di manfaatkan untuk ternak dwiguna yaitu produksi fur dan daging. Kelinci raksasa alias Giant Chinchilla merupakan hasil persilangan antara Standard Chinchilla dan Flemish Giant.





4. Dutch

Ras dutch (Belanda) sangat terkenal di seluruh dunia sebagai hewan hias piaraan. bobot dewasa jantan dan betina antara 1.5-2,5 kg. Betina bersifat keibuan fertilitasnya tinggi. Setiap kali melahirkan, kelinci menghasilkan anak 7-8 ekor. Warna bulunya khas, melingkar seperti pelana berwarna putih dari punggung terus ke leher sampai kaki depan bagian belakang dan kepala hitam,cokelat atau abu-abu.Moncong dan dahi putih. Kaki depan seluruhnya putih.Kaki belakang hitam atau warna lain dengan ujung kaki putih.Ada pula yang sekaligus memiliki 3 macam warna, sering di sebut Tricolored Dutch.




5. English SpotRas ini berwarna putih dengan tutul-tutul hitam. Sepanjang punggung ada garis hitam, dari pangkal telinga memanjang sampai ke ujung ekor. Perut bertutul-tutul hitam seperti puting susu. Telinga hitam, mata dilingkari bulu hitam, sehingga tampak seperti memakai kaca mata. Hidung diliputi bulu hitam berbentuk kupu-kupu.





6. Himalayan
Ras ini sekarang lagi banyak banget di cari, naik daun deh, harganya masih selangit sekarang. Banyak yang meyakini asalnya dari Cina sebab di sana banyak di jumpai kelinci ini. Mula-mula di bawa dari cina ke Eropa sebagai pengisi kebun binatang dan dikenal dengan nama ‘Kelinci hidung hitam dari Cina’. Warna hitam pada kaki mulai timbul pada umur 3-4 minggu, mula-mula pucat lalu menjadi hitam. Himalayan yang disilangkan dengan New Zealand White, anak-anaknya menyerupai Himalayan. Kalau disilangkan dengan kelinci berwarna lain, keturunannya tak ada yang menyerupai Himalayan.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More